Rabu, 04 Mei 2011

SELAPUT DARA

Selaput Dara Bukan Penentu Virginitas Wanita
letat selaput dara




Selaput dara atau hymen adalah jaringan tipis yang menutupi sebagian jalan masuk ke vagina. Umumnya perempuan memilikinya. Namun demikian ada juga yang tidak memilikinya sejak lahir. Selaput dara bermacam-macam bentuk dan ukurannya. Ada yang menutup penuh dan menyisakan lubang kecil untuk menstruasi dan ada yang berlubang-lubang. Ada yang tebal dan ada yang tipis. Ada yang kaku dan ada yang elastis.

Biasanya selaput dara akan robek dan mengeluarkan darah pada saat adanya penetrasi penis pertama kali. Oleh sebab itu, mengeluarkan darah pada saat hubungan seksual seringkali dijadikan ukuran apakah seorang perempuan masih perawan atau tidak ketika akan berhubungan seks. Tapi tentu saja hal itu tidak selalu benar. Fakta berikut bisa saja terjadi ;

1. Sejak lahir tidak memiliki selaput dara.

2. Selaput daranya tipis dan tidak elastis sehingga telah sobek ketika melakukan aktivitas fisik, seperti naik kuda, naik sepeda, senam, peregangan kaki, silat dan lainnya.

3. Selaput daranya elastis sehingga tidak robek ketika ada penetrasi penis. Pada beberapa kasus, selaput dara baru benar-benar sobek saat melahirkan.

4. Selaput daranya sobek namun tidak mengeluarkan darah.

Sehingga tidak adil bagi seorang wanita yang dianggap tidak perawan oleh suaminya hanya karena ia tidak mengeluarkan darah ketika melakukan hubungan pertama mereka. Apalagi jika karena itu seorang suami menjadi merendahkan istrinya atau menganggap istrinya tak bisa menjaga kehormatan diri !!! Jadi mulai sekarang, jauhkan pikiran bahwa selaput dara yang utuh menunjukkan keperawanan seorang wanita.

Banyak mitos beredar bahwa hubungan seksual pertama kali akan sangat menyakitkan karena robeknya selaput dara. Ada yang menyebutnya selaksa disayat pisau. Benarkah hal tersebut? Hubungan seksual pertama kali seiring robeknya selaput dara kadang memang menyakitkan. Tapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama. Banyak juga perempuan yang tidak mengalami rasa sakit saat selaput daranya robek. Menurut banyak ahli, sakit pada saat hubungan seksual pertama kali diiringi robeknya selaput dara lebih banyak disebabkan faktor ketakutan akan rasa sakit, bukan karena rasa sakit itu sendiri. Perempuan sudah takut duluan dengan rasa sakit yang mungkin akan dialami. Akibatnya ia akan merasa sangat sakit meskipun sakitnya sebenarnya sedikit saja.

Sehingga sebenarnya, jika kita tidak menginginkan rasa sakit saat selaput dara itu sobek, misalnya ketika malam pertama, hal paling penting adalah perempuan tersebut harus merasa nyaman saat melakukan hubungan badan. Dengan kenyamanan tersebut, robeknya selaput dara tidak akan terasa sakit.

OBAT MENJADI PERAWAN KEMBALI


Dijaman yang makin canggih sekarang ini sesuatu hal yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin, salah satunya adalah membuat seseorang yang sudah tidak perawan lagi kemudian jadi perawan lagi dengan beberapa trik/rekayasa.

Namun hal ini berdampak buruk karena justru digunakan untuk hal-hal yang negative dan tidak bertanggung jawab. Karena itu saya pribadi menganggap hal ini tidak etis. Keperawanan tidak bisa dikembalikan, karena yang terjadi adalah membohongi orang lain tentang status keperawanan kita sebenarnya.

Pendapat yang menyebutkan ciri keperawanan adalah keluarnya darah disaat pertama kali berhubungan sex karena selaput dara yang sobek menjadi pembandingnya. Padahal hal itu belum tentu benar seperti yang telah dibahas sebelumnya. Selaput dara bisa saja sobek sejak kita kecil atau bahkan tidak bisa sobek hanya karena penetrasi saking elastisnya selaput tersebut. Namun mitos yang begitu kuat inilah yang kemudian di manfaatkan oleh para pekerja seks yang sebenarnya sudah bertahun-tahun yang lalu sudah tidak perawan lagi kemudian berpura-pura menjadi perempuan lugu yang terhimpit masalah ekonomi dan berniat menjual keperawanannya ( nah lo…) dengan membuktikan darah perawannya agar dirinya dibayar mahal. Ketika sang pembeli/hidung belang berhasil memboyongnya ke suatu tempat dan”bertransaksi” dengan harga selangit tentunya, maka sang pembeli mendapatkan sang perempuan memang mengeluarkan ”darah perawan segar”

Ternyata yang dilakukan oleh sang pekerja seks tersebut cukup sederhana dalam mengelabui sang pembeli, yaitu hanya dengan memasukkan sejenis pil atau obat ke liang senggamanya beberapa saat sebelum berhubungan sex, yang fungsinya adalah untuk membuat dinding kemaluannya sangat sensitif, sehingga gesekan sedikit saja dapat membuat kulit dinding kemaluan menjadi terluka dan mengeluarkan ”darah perawan palsu”…

Maka tidak heran kalau sang pekerja seks tersebut bisa menjadi perawan lagi sesering yang ia mau. Namun yang penulis pertanyakan, apakah dinding kemaluan yang terluka itu tidak menyakitkan bagi perempuannya ???
tipe-tipe selaput dara

1 komentar:

dody AURASIC mengatakan...

terus kalo yg udah gada selaputnya gimana gambar nya???

Poskan Komentar

SELAPUT DARA

Selaput Dara Bukan Penentu Virginitas Wanita

letat selaput dara




Selaput dara atau hymen adalah jaringan tipis yang menutupi sebagian jalan masuk ke vagina. Umumnya perempuan memilikinya. Namun demikian ada juga yang tidak memilikinya sejak lahir. Selaput dara bermacam-macam bentuk dan ukurannya. Ada yang menutup penuh dan menyisakan lubang kecil untuk menstruasi dan ada yang berlubang-lubang. Ada yang tebal dan ada yang tipis. Ada yang kaku dan ada yang elastis.

Biasanya selaput dara akan robek dan mengeluarkan darah pada saat adanya penetrasi penis pertama kali. Oleh sebab itu, mengeluarkan darah pada saat hubungan seksual seringkali dijadikan ukuran apakah seorang perempuan masih perawan atau tidak ketika akan berhubungan seks. Tapi tentu saja hal itu tidak selalu benar. Fakta berikut bisa saja terjadi ;

1. Sejak lahir tidak memiliki selaput dara.

2. Selaput daranya tipis dan tidak elastis sehingga telah sobek ketika melakukan aktivitas fisik, seperti naik kuda, naik sepeda, senam, peregangan kaki, silat dan lainnya.

3. Selaput daranya elastis sehingga tidak robek ketika ada penetrasi penis. Pada beberapa kasus, selaput dara baru benar-benar sobek saat melahirkan.

4. Selaput daranya sobek namun tidak mengeluarkan darah.

Sehingga tidak adil bagi seorang wanita yang dianggap tidak perawan oleh suaminya hanya karena ia tidak mengeluarkan darah ketika melakukan hubungan pertama mereka. Apalagi jika karena itu seorang suami menjadi merendahkan istrinya atau menganggap istrinya tak bisa menjaga kehormatan diri !!! Jadi mulai sekarang, jauhkan pikiran bahwa selaput dara yang utuh menunjukkan keperawanan seorang wanita.

Banyak mitos beredar bahwa hubungan seksual pertama kali akan sangat menyakitkan karena robeknya selaput dara. Ada yang menyebutnya selaksa disayat pisau. Benarkah hal tersebut? Hubungan seksual pertama kali seiring robeknya selaput dara kadang memang menyakitkan. Tapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama. Banyak juga perempuan yang tidak mengalami rasa sakit saat selaput daranya robek. Menurut banyak ahli, sakit pada saat hubungan seksual pertama kali diiringi robeknya selaput dara lebih banyak disebabkan faktor ketakutan akan rasa sakit, bukan karena rasa sakit itu sendiri. Perempuan sudah takut duluan dengan rasa sakit yang mungkin akan dialami. Akibatnya ia akan merasa sangat sakit meskipun sakitnya sebenarnya sedikit saja.

Sehingga sebenarnya, jika kita tidak menginginkan rasa sakit saat selaput dara itu sobek, misalnya ketika malam pertama, hal paling penting adalah perempuan tersebut harus merasa nyaman saat melakukan hubungan badan. Dengan kenyamanan tersebut, robeknya selaput dara tidak akan terasa sakit.

OBAT MENJADI PERAWAN KEMBALI


Dijaman yang makin canggih sekarang ini sesuatu hal yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin, salah satunya adalah membuat seseorang yang sudah tidak perawan lagi kemudian jadi perawan lagi dengan beberapa trik/rekayasa.

Namun hal ini berdampak buruk karena justru digunakan untuk hal-hal yang negative dan tidak bertanggung jawab. Karena itu saya pribadi menganggap hal ini tidak etis. Keperawanan tidak bisa dikembalikan, karena yang terjadi adalah membohongi orang lain tentang status keperawanan kita sebenarnya.

Pendapat yang menyebutkan ciri keperawanan adalah keluarnya darah disaat pertama kali berhubungan sex karena selaput dara yang sobek menjadi pembandingnya. Padahal hal itu belum tentu benar seperti yang telah dibahas sebelumnya. Selaput dara bisa saja sobek sejak kita kecil atau bahkan tidak bisa sobek hanya karena penetrasi saking elastisnya selaput tersebut. Namun mitos yang begitu kuat inilah yang kemudian di manfaatkan oleh para pekerja seks yang sebenarnya sudah bertahun-tahun yang lalu sudah tidak perawan lagi kemudian berpura-pura menjadi perempuan lugu yang terhimpit masalah ekonomi dan berniat menjual keperawanannya ( nah lo…) dengan membuktikan darah perawannya agar dirinya dibayar mahal. Ketika sang pembeli/hidung belang berhasil memboyongnya ke suatu tempat dan”bertransaksi” dengan harga selangit tentunya, maka sang pembeli mendapatkan sang perempuan memang mengeluarkan ”darah perawan segar”

Ternyata yang dilakukan oleh sang pekerja seks tersebut cukup sederhana dalam mengelabui sang pembeli, yaitu hanya dengan memasukkan sejenis pil atau obat ke liang senggamanya beberapa saat sebelum berhubungan sex, yang fungsinya adalah untuk membuat dinding kemaluannya sangat sensitif, sehingga gesekan sedikit saja dapat membuat kulit dinding kemaluan menjadi terluka dan mengeluarkan ”darah perawan palsu”…

Maka tidak heran kalau sang pekerja seks tersebut bisa menjadi perawan lagi sesering yang ia mau. Namun yang penulis pertanyakan, apakah dinding kemaluan yang terluka itu tidak menyakitkan bagi perempuannya ???
tipe-tipe selaput dara

1 komentar:

dody AURASIC mengatakan...

terus kalo yg udah gada selaputnya gimana gambar nya???

Poskan Komentar